Pastikan Beriman (SQ), Berilmu (IQ) dan Beramal (EQ)

Trauma Masa Lalu

          Trauma masa lalu adalah bagian masa lalu. Saat ini, kita sedang berada di masa kini. Apakah ada manfaat mengingat-ingat masa lalu? Kalau ada manfaat untuk perbaikan silahkan diambil, tetapi kalau hanya untuk menyakitkan saja, buat apa dipegang terus? Segera lepaskan!! Trauma masa lalu yang belum dirasakan selesai oleh kita dan terus dibawa-bawa akan membebani jiwa kita. Kita akan merasa penuh tekanan dan hal ini yang menyebabkan kita menjadi mudah emosi hanya dengan picuan sedikit saja.

Bayangan Masa Lalu

          Masa lalu dan hal-hal yang terjadi di masa itu memang sering kerap sekali membayangi diri kita sampai hari ini, baik hal-hal yang baik ataupun yang buruk. Iya kan?

          Itu sangat wajar karena sebagai manusia, kita mempunyai bagian otak yang menyimpan memori-memori masa lalu. Sehingga, sangat manusiawi jika bayangan-bayangan masa lalu itu tetap ada. Orang sering salah memahami ingin melepaskan atau menghilangkan masa lalu yang kelam dalam kehidupannya. Tetapi pernahkah kita menyadari bahwa dari masa lalu yang kelam itu sebenarnya ada masa-masa indah dalam kehidupan yang terkait? Karena bagaimanapun kehidupan ini saling berhubungan satu sama lain.

Pandangan Masa Lalu

          Seringkali memang pengalaman tidak nyaman di masa lalu mempengaruhi pandangan kita akan masa kini. Itulah mengapa orang sering menyalahkan masa lalu yang kelam yang membuatnya saat ini tidak berdaya. Tetapi sebenarnya apa yang terjadi adalah kita kadang terlalu enggan melepaskan masa lalu yang kelam itu dari ingatan kita. Dendam, benci dan sakit hati terlalu sayang untuk kita lepaskan sehingga mempengaruhi pemikiran kita. Kita memahami memang tidak terlalu mudah melepaskan rasa sakit hati, benci dan dendam itu, apalagi jika peristiwa yang dialami begitu menyakitkan. Tetapi menahan perasaan negatif itu juga tidak baik buat kesehatan jiwa dan raga. Perasaan benci yang terlalu dalam dan lama juga mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga memudahkan orang itu menderita sakit. Ini yang mungkin perlu dipahami. Seseorang akan mengalami kegoncangan jiwa (penyakit yang dapat menghancurkan kekuatan untuk hidup pada saat ini) jika selalu mengingat-ingat masa lalu serta tragedi-tragedi yang terjadi di dalamnya. 

Tutuplah Pintu Masa Lalu

          Hari yang lalu telah berlalu dan itu sudah selesai, jangan lagi kita menganalisanya dan memutar kembali roda sejarah yang kelam, karena kita tidak mendapat manfaat apapun darinya. Malapetaka bagi kita jika kita tidak mampu berinteraksi dengan masa kini, berarti kita telah menyia-nyiakan istana yang indah, kita hanya meratapi bangunan yang telah hancur. Episode dari tragedi masa lalu kini telah berakhir, kesedihan takkan mampu untuk memperbaikinya, sikap apatis dan melankolis tidak dapat menghasilkan sesuatu yang benar, depresi tidak akan pernah mampu mengembalikan masa lalu ke dalam kehidupan kita sekarang, karena masa sesungguhnya sudah selesai dan setiap anak manusia pasti menghadapinya.

Lalu Bagaimanakah Menghadapi Ingatan Masa Lalu Yang Tidak Menyenangkan Itu?

Pertama, harus mampu beradaptasi. Kita harus memandang bahwa masa lalu itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita dan kita menjadi seperti sekarang karena juga andil masa lalu. Kita harus mengubah pandangan dan persepsi kita akan masa lalu itu sebagai sesuatu yang memang terjadi dan sudah selesai.

Kedua, berpikir positif. Salah satu hal yang perlu dilakukan untuk berpikir positif adalah mau belajar dan berusaha. Belajar berpikir positif tidak mudah, perlu usaha karena kecenderungan kita memang lebih banyak berpikir negatif. Setelah belajar, maka pola itu juga harus dipertahankan. Selalu mencoba mengambil sesuatu yang positif dari segala peristiwa adalah cara yang baik untuk melatih pikiran positif karena akan selalu ada makna positif di setiap peristiwa.

Ketiga, milikilah tujuan hidup yang kuat dan jelas. Jika ingin berhasil melampaui dan melupakan masa lampau, siapkan sikap mental yang prima jika tidak ingin melihat lagi cahaya masa lalu, sebab sesungguhnya masa lalu itu berada pada sisi yang paling gelap dalam relung-relung kalbu. Karena itu tutuplah rapat-rapat pintu masa lalu kita yang kelam, jangan biarkan bayangan mimpi buruk masa lalu mengganggu hidup masa kini, jangan biarkan pikiran kita dikuasai bayang-bayang kenangan pahit masa lalu yang tidak akan pernah dicapai kembali. Selamatkanlah diri kita dari bayang-bayang masa lalu yang menghantui.

Keempat, move on. Kita hidup untuk masa ini, banyak orang yang mengalami masa lalu yang buruk dan bisa memiliki masa depan yang cerah saat ini. Hal itu karena mereka mampu memandang masa lalu adalah hal yang sudah terjadi dan menjadi cambuk untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik hari ini. Kita masih muda dan perjalanan hidup masih panjang. Saat ini, pilihan ada di tangan kita, apakah akan terus memikirkan masa lalu yang sudah berlalu atau memikirkan masa kini (here and now) untuk menjadi orang yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Kelima, jangan diingat terus menerus. Jika memang masa lalu itu hanya menjadi kenangan menyakitkan, janganlah dibawa-bawa dan diingat terus.

          Coba pahami lebih baik, jika tidak mampu sendiri maka mintalah bantuan orang yang dipercaya atau profesional di bidang kesehatan jiwa. Terkadang perspektif yang berbeda dari orang akan sangat membantu melihat sesuatu yang mulanya kita anggap mengganggu.

Semoga bisa segera menyongsong masa kini yang lebih baik lagi

©2012

Penulis :

Masa lalu adalah rentetan  jejak rekam langkah  yang telah kita lewati, yang terkadang  kita bisa tersenyum, bahagia, ataupun berkata “menyakitkan” apabila kita mengingat pengalaman-pengalaman hidup yang telah kita torehkan dalam perjalananan hidup ini.

Dan manusia yang paling bodoh itu adalah manusia yang  terperosok pada lubang kesalahan masa lalunya secara berulang.

 

Sepertinya . . . cukup banyak seseorang yang ingin menjadi seperti pribadi yang lainnya.

“aku pengin kayak Tom Cruise, cakep banget”

“aku pengin kayak Artis itu”

“aku pengin . . . bla bla bla . . .

. . .

. . .

. . .

Jadilah “Dirimu Sendiri”

          Kebanyakan anak muda jaman sekarang tidak menjadi dirinya sendiri. Mereka cenderung menjadi orang lain hanya menjadi pengikut setia seperti “bebek” yang selalu mengikuti kemanapun “raja bebek” pergi,, wek…wek…wek . . . Anak remaja selalu mengikuti mode pakaian, gaya rambut, cara berbicara, pemikiran dan gaya hidup para “trend setter” yang dikaguminya. Trend setter atau penentu trend saat ini bisa artis, penyanyi, bintang film, bintang olahraga dan sebagainya.

          Emmm…coba lihat sekeliling kita sekarang, atau paling dekat keluarga apa teman kita lah. Jika kita mencermati banyak orang terjebak ke dalam pemikiran dunia, mereka melihat seseorang dari faktor luar saja, ya perubahan selama masih dalam batas kewajaran dengan tujuan positif sih tidak masalah, tetapi jika tujuannya ingin “seperti mereka”. Jika patokan kita hanya ini sampai kita tua atau bahkan sampai akhir jaman tidak akan ada habisnya perbandingannya. Mengapa manusia seringkali terjebak dalam pandangan-pandangan lahiriah semata? Hal-hal yang bersifat fisik menjadi panutan semua, sehingga kita terjebak dalam dunia “trend setter” kita tidak mempunyai diri pribadi, semua mencontoh orang dari gaya/penampilan, pemikiran bahkan yang lainnya. Kita digerakkan oleh budaya yang belum tentu sesuai dengan diri kita. Apa yang menjadi trend langsung diikuti tanpa ada proses seleksi. Padahal apapun bentuk trendnya tidak selalu benar dan belum tentu cocok diterapkan. Selain itu, ketika kita selalu mengikuti apa yang dilakukan orang lain maka kita kehilangan jati diri.

. . .

Aku Itu “Apa Adanya” bukan “Ada Apanya”

          Mampu menjadi diri sendiri dan lebih mensyukuri apapun dari kelebihan yang mereka punya, dilain sisi kita melihat orang diluar sana yang hidupnya lebih memprihatinkan yang bahkan kita melihatnya sebagai sebuah kecacatan atau kekurangan. Mengapa bukan ini yang kita jadikan patokan dalam menentukan arah hidup kita? Inilah pemberian terbaik Allah, kita harus mensyukurinya. Keadaan fisik atau hal-hal yang tidak bisa dirubah ini sudah menjadi suratan takdir kita, bijaksanalah dalam menerimanya. Kita sendirilah yang memilih apakah kita menjadi orang yang mampu mensyukuri nikmat atau justru mengingkarinya.

          MULAI SEKARANG . . . belajarlah menerima keadaan diri kita sendiri semua yang ada pada dirimu yang tidak bisa diubah terimalah. Bijaksanalah dan jangan terganggu karena kekurangan kita, lihatlah diluar sana masih banyak orang yang tidak seberuntung kita tetapi mereka tidak pernah menyesali kekurangan mereka, justru dengan kekurangan mereka membuktikan pada dunia bahwa mereka mampu berbuat sesuatu.

Ubahlah kenegatifan dirimu,, jadilah individu yang “hidup” bersemangat dan mampu membahagiakan diri sendiri dan orang lain serta bersyukur atas semua karunia dan mampu berbagi bagi semua. Mengapa sifat positif ini tidak kita jadikan “trendsetter” bagi hidup kita?

. . .

. . .

. . .

. . .

Tetaplah Menjadi “Aku”

          Jika ada orang bicara mengenai kita di belakang, itu adalah tanda bahwa kita sudah ada di depan mereka. Saat orang bicara merendahkan diri kita, itu adalah tanda bahwa kita sudah berada di tempat yang lebih tinggi dari mereka. Saat orang bicara dengan nada iri mengenai kita, itu adalah tanda bahwa kita sudah jauh lebih baik dari mereka. Saat orang bicara buruk mengenai kita, padahal kita tidak pernah mengusik kehidupan mereka, itu adalah tanda bahwa kehidupan kita sebenarnya lebih indah dari mereka.

. . .

Untuk menjadi diri sendiri, ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu:

Memiliki Rasa Percaya Diri

Jika punya rasa percaya diri yang tinggi, kita tidak akan terpengaruh dengan omongan orang lain. Terkadang kita lebih mempertimbangkan cemoohan orang lain ketika kita tampil atau melakukan sesuatu hal yang berbeda dengan kebiasaan. Selama kita benar, pede aja lagi. Tidak perlu mendengarkan omongan orang yang justru akan membuat kita ragu dan berhenti melakukan sesuatu hal baik.

Mempunyai Prinsip Hidup

Keyakinan mendalam yang menjadi acuan dalam kehidupan itulah prinsip. Nilai-nilai yang bisa diambil menjadi prinsip hidup bisa berasal dari agama, hukum maupun norma yang berlaku. Prinsip ini yang akan menjadi pedoman apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Jadi kita punya pegangan, tidak asal ikut-ikutan dan plin-plan dalam mengambil keputusan, jika bertentangan dengan prinsip, jangan dilakukan.

Memiliki Cita-Cita

Orang yang punya cita-cita akan terarah hidupnya untuk mengejar apa yang dia impikan. Jika sesuatu hal bertentangan atau tidak sejalan dengan cita-cita, jangan dilakukan. Jadilah diri sendiri dengan miliki cita-cita yang jelas dan berasal dari keinginan kita sendiri, bukan ikut-ikutan atau paksaan.

Bergaul Dengan Orang-Orang Yang Positif

Siapa teman kita akan menjadi salah satu penentu keberhasilan hidup. Teman bisa membantu kita meraih cita tapi bisa juga merubah kita menjadi pribadi yang berbeda. Teman-teman yang baik akan mendorong kita untuk menjadi diri sendiri. Menyemangati kita untuk meraih cita.

Ada Figur Yang Diteladani

Contohlah orang-orang terbaik di bidangnya. Jadikan mereka motivasi dan inspirasi untuk menjadi orang yang lebih baik. Meniru kebaikan orang lain sangat dianjurkan tapi jangan menjadi “fotocopian” penampilan seseorang. Seharusnya kita adalah paduan dari kebaikan figur-figur teladan yang kita jadikan acuan.

. . .

Berusaha menjadi seseorang yang lain hanya membuat kita tidak menjadi yang terbaik dari versi  “diri sendiri ”

Hidup hanya sekali . . . jadilah diri sendiri . . . jadilah yang terbaik yang kita bisa . . .

Aku adalah aku.  Bagaimana dengan kamu?

Percayalah . . .

The best of ourselves is always good enough for this life,,

. . .

©2012

Penulis :

Saat aku mencari kemana hidup akan membawaku . . . kemana kemana kemanaaaa . . . dan ternyata saat itu aku dihadapkan pada pilihan-pilihan bahwa aku berbeda,, aku tak sama dengan mereka,, tak sama dengan saudaraku, sahabatku and teman-temanku,, aku tak pintar bicara walau aku kadang cerewet,, aku tak pintar berdebat tapi ternyata aku pintar merayu dan menggombal,, UPS!! aku tak dapat menulis seperti jurnalis tapi tulisanku semoga bermanfaat untuk aku dan orang lain . . . ternyata aku memang berbeda dan sekarang aku mesti menunjukan perbedaan itu bukan untuk siap-siapa, tapi bagiku sendiri, agar aku menjadi diriku sendiri . . . yeahhh

          Setiap manusia pasti pernah merasakan sakit hati, gimana cara kita bersikap dewasa aja untuk bisa memaafkannya? Gak usah merasa terpuruk gak punya pacar, toh jodoh udah ada garisnya masing-masing walaupun datangnya belum tau kapan, ya sabar dan ikhlas aja. Gak boleh ngeluh gak punya pasangan, sabar aja Tuhan itu menyayangi umatnya yang mau bersabar dan ikhlas menerima kenyataan yang ada. Ada enaknya dan ada gak enaknya dengan status “gak punya pacar” enaknya ya bebas gak ada yang ngatur, tapi gak enaknya ya kesana-kesini sendiri gak ada yang nemenin. TERUS “MASALAH BUAT LOE?”

“aku coba untuk merelakan semua yang telah pergi, yakin bahwa ini semua yang terbaik untukku dan untuk dirinya”

          Hadapi dengan senyuman, semua yang terjadi biar terjadi hadapi dengan tenang jiwa semua akan baik-baik saja,, so jangan hadapi dengan minuman ya? Hehehe . . .

          Dalam cinta itu yang terpenting memang kepercayaan dan saling menghargai, jauhkan “ego” masing-masing dan selalu sabar dengan keadaan yang ada. Eittss…tapi namanya juga cinta kadang membahagiakan kadang menyakitkan, siap jatuh cinta siap juga merasakan kebahagiaan dan kesakitan, ya gak kawan?

          Jangan pernah merasa hidup ini tak adil, semua itu butuh proses yaitu proses pendewasaan diri, tetap semangat bersabar dan selalu bersyukur. Percayalah kamu mampu menghadapi semua kesakitan dalam hidup ini, semua yang terjadi pasti yang terbaik untuk hidupmu. Gak perlu takut menghadapi kenyataan yang ada, percaya bahwa Tuhan selalu disamping kita. Gak perlu melirik masa lalu yang sudah terjadi biarkanlah terjadi, jadikan pelajaran dan siap menjalani kehidupan yang baru. Disaat kebenaran itu terungkap disaat itulah kemenangan untuk orang-orang yang sabar. Jangan menuntut sebuah harapan, jika kesempatan itu tak pernah ada.

“Jodoh itu ditangan Tuhan, kita harus yakin akan kuasa Tuhan”

Cinta itu?

bukan menyayangi orang yang sempurna tapi cinta itu adalah menyayangi orang yang tak sempurna dengan cara yang sempurna.

Sakit Hati?

Mungkin ini takdir dari Tuhan, tidak mempersatukan kita dengan seseorang yang pernah dicintai kemudian menyakiti kita, yakin aja Tuhan udah menyiapkan sesuatu yang indah untuk kita. Terima semua kenyataan yang ada, semua akan indah pada waktunya, dan yakin bahwa Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita terus-terusan bersedih karena sakit hati. Mungkin Tuhan sedang menguji kesabaran kita, seberapa sabar kita menghadapi semua kesakitan ini, kita harus kuat dan ikhlas.

Dia? “Pembuat sakit hati”

Katakan: “Kau dengan duniamu saja tak perlu lagi kau hiraukan aku, sudahi saja perih ini yang semakin lama semakin tak terobati”

Buang!

“Semua kenangan tentangmu semakin membuatku tak bisa melupakanmu”

Nyesel?

“Andai saja waktu itu aku tak berjumpa dengan dirinya, mungkin semua tak akan sesakit ini” (jelas datangnya terlambat). Aku mengaku bisa melewati hari-hari tanpamu, namun sesungguhnya hatiku berkata tak bisa aku tanpamu”.

Berdo’a:

“Tuhan, aku juga ingin merasakan bahagia walaupun tak bersama dia yang ku cinta”.

Motivasi:

“Kini aku harus melupakan kamu, melupakan senyummu dan semua tentangmu”.

Merenungi kenyataan “sadar dehhh”:

“Terimakasih Tuhan, Kau telah menyadarkan aku bahwa hidup ini tidak selalu tentang cinta dan ada yang lebih penting dari cinta”.

. . .

Gak usah menyesalkan atas apa yang telah terjadi, ingat kesalahan itu akibat perbuatan loe juga kan?

          Setiap orang berhak menentukan pilihannya, kita hanya bisa meberikan pilihan. Yang terpenting memberikan yang terbaik bukan menjadi yang terbaik. Setiap orang punya pilihan dalam menentukan jalan hidupnya kita hanya perlu menilai yang dijalani itu baik apa buruk.

          Mimpi sih boleh aja tapi jangan yang omong kosong, buktiin kalo loe bisa jadiin mimpi loe itu nyata!! Loe hanya perlu bersabar kalo loe mau hasil yang baik dari hasil kerja keras loe selama ini. Motivasi Diri Sendiri, jangan pernah ngerendahin kemampuan loe tapi percayalah pada diri loe kalau loe mampu ngelakuin apa yang loe mau. Percuma loe berharap kalau loe gak usaha juga sama aja boong kan? “ngomongnya kok jadi loe-loe gue-gue dehhh,, maklum coy meskipun penulis orang kampungan tapi yeee sok eksis aja dehhh” hahaha . . .

Saat semua orang mulai ngeremehin kamu dari situlah kamu bisa nunjukin kalo kamu itu mampu lebih hebat dari mereka. “INYONG BISA”

 

Kok ngelantur malah melenceng dari judul?

          Intinya aja kawan,,, kamu gak bakalan bisa ngerubah semuanya kalau kamu gak pernah mencoba suatu hal yang baru. Hidup tak selamanya tentang cinta, jatuh cinta tak selamanya berakhir bahagia. Ini bukan tentang bagaimana kamu menikmati hidup, tapi bagaimana kamu menjalani dan memilih jalan hidup kamu sendiri. Sekarang atau gak sama sekali, lakuin apa yang harus kamu lakuin tanpa pengaruh buruk dunia percintaan. Sebenarnya yg memaksa diri seseorang berubah “Total” itu adalah “Keadaan” yang ia rasakan saat ini. Kemarin mungkin kamu gagal, tapi hari ini kamu bisa mulai memperbaiki keadaan dengan melakukan hal yang lebih dari sbelumnya.

          Jangan ngeluh kalau kamu lagi punya masalah baik cinta maupan masalah lainnya. Masalah itu yang buat pemikiran orang sedikit lebih dewasa dalam mengambil kputusan. “maju apa mundur?” tapi jangan nabrak yak? Hahaha . . . Ada masa dimana kamu akan ngerasain hal yang gak akan pernah kamu rasain, siapkan diri untuk hal itu maka semua akan baik-baik saja.

Tuhan memang selalu memberikan cobaan, tapi Tuhan tak akan berikan cobaan diluar batas kemampuan umatNya, sabar dan berdoa itu kuncinya.

Pendapate INYONG sih sing asli Ngapak sok ngaku keturunan Belanda alias wong Banjarnegara:

“Urip kue ora angel tapi koe dewek sing cok gawe angel” artinya: cari di kamus Ngapak dehhh . . . hahaha,,

Coretan ini terinspirasi dari pengalaman pribadi saya tentang dunia percintaanku yang habis disakiti seorang wanita kemudian berpikir untuk memutuskan untuk konsen study demi meraih cita-cita yang saya inginkan, dan terinspirasi dari teman-teman facebook yang galau pa sakit hati. UPS…ketauan dehhh . . . hahaha,,

 ©2012

I’am a simple man

Penulis

          Seiring pergantian zaman dan perputaran waktu merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari. Masa depan bangsa dan negara salah satunya sangat tergantung pada bagaimana kondisi generasi muda pada hari ini. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan generasi muda (anak-anak kita) untuk menghadapi hari esok yang zamannya sangat berbeda dengan yang kita alami saat ini. Kita bisa menjadikan diri kita sebagai manusia yang kreatif dan hidup mandiri dan selalu siap akan perubahan. Manusia yang kreatif dituntut untuk mewujudkan karakter bangsa yang tangguh dan siap bersaing dengan perubahan zaman. Oleh sebab itu, perlu kiranya untuk mempersiapkan generasi baik segi ilmu pengetahuan, keterampilan, serta adanya bimbingan para ahli sehingga mampu menjadi suri tauladan bagi perilaku generasi sekarang serta menimbulkan semangat berkembang dan maju bagi generasi mendatang. Perubahan mutlak diperlukan bagi generasi muda agar berani bertindak, bereksplorasi, timbul rasa ingin tahu, serta yakin akan kemampuannya. Tentunya, generasi yang kreatif jauh dari perbuatan-perbuatan negatif serta mampu mengolah sumber daya yang ada disekitarnya.

Cara mempersiapkan generasi muda adalah dengan memberikan pendidikan yang baik. Pendidikan bagi seorang anak menjadi tanggung jawab bersama yaitu keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah. Setiap pihak memiliki peran yang berbeda. Jika peran ini dimainkan masing-masing pihak dengan baik maka akan baik pula pendidikan anak-anak kita dan begitu juga sebaliknya.

Mendidik anak menjadi kreatif dan mandiri harus dimulai dari keluarga dan sekolah sebagai lingkungan yang terdekat dengan anak. Sebelumnya, kita harus mengerti dulu apa itu kreatifitas dan mandiri. Kreatifitas menurut Zimmerer adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan dan menghadapi peluang. (Creativity is the ability to develop new ideas and to discover new ways of looking at problems and opportunities). Sedangkan kemandirian secara sederhana bisa diartikan tidak tergantung pada orang lain. Anak yang kreatif dan mandiri harus banyak menggunakan otak kanannya.

Keluarga dan sekolah tidak bisa berjalan sendiri, mereka harus didukung oleh komponen masyarakat untuk menghasilkan generasi baru yang dinanti, generasi kreatif dan mandiri. Peran masyarakat bisa sebagai pelaku misalnya dengan mendirikan sekolah, PLS, PKBM, atau LSM yang berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Masyarakat juga bisa berperan sebagai kontrol sosial terhadap kondisi pendidikan atau kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

Elemen lain yang tidak bisa dikesampingkan perannya adalah pemerintah. Perannya sebagai regulator dan fasilitator. Regulator berarti pemerintah menyediakan perangkat aturan berupa UU misalnya UU Sisdiknas, UU Guru, PP, Kepmen dsb. Tidak hanya itu tapi juga kurikulum pendidikan. Fasilitator artinya pemerintah menyediakan fasilitas seperti gedung sekolah, buku, guru dan semua sarana yang dibutuhkan untuk pendidikan.

Keluarga, Sekolah, Masyarakat dan Pemerintah harus bersatu padu agar tujuan pendidikan bisa tercapai. Menurut UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pendidikan bertujuan menjadikan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatifmandiri dan menjadi warga negara yang demoktratis serta bertanggung jawab.

          Untuk mengembangkan ketrampilan berpikir, seseorang menggunakan otak sebelah kiri. Sedangkan untuk belajar mengembangkan ketrampilan kreatif digunakan otak sebelah kanan. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

  1. Selalu bertanya, “Apa ada cara yang lebih baik?”
  2. Selalu menantang kebiasaan, tradisi dan kebiasaan rutin.
  3. Bereaksi atau merenungkan (berpikir dalam).
  4. Berani bermain mental, mencoba untuk melihat permasalahan dari sudut pandang yang berbeda.
  5. Menyadari kemungkinan banyak jawaban daripada satu jawaban yang benar.
  6. Melihat kegagalan dan kesalahan hanya sebagai jalan untuk mencapai sukses.
  7. Menghubungkan ide-ide yang masih samar terhadap masalah untuk menghasilkan pemecahan yang inovatif.
  8. Memiliki ketrampilan atau kemampuan untuk bangkit diatas kebiasaan rutin dan melihat permasalahan dari sudut pandang yang lebih luas kemudian memfokuskannya pada kebutuhan untuk berubah.

          Selanjutnya, ciri-ciri atau karakter pokok orang yang kreatif adalah sebagai berikut:

  1. Kemampuan untuk bekerja keras.
  2. Berpikir mandiri
  3. Pentang menyerah
  4. Mampu berkomunikasi dengan baik
  5. Lebih tertarik pada konsep daripada detail (segi-segi kecil)
  6. Keingintahuan intelektual
  7. Kaya humor dan fantasi
  8. Tidak segera menolak ide atau gagasan baru
  9. Arah hidup yang mantap

          Salah satu untuk mengetahui seberapa besar potensi (kreatif dan mandiri) dalam diri kita adalah dengan mengenal bakat kreatif apa yang ada dalam diri kita. Namun, jika kita belum tahu apa bakat yang dimiliki, belum terlambat untuk mengetahuinya. Kita hanya butuh 4 (empat) kunci untuk mengeluarkan potensi kita yang sesungguhnya, yaitu:

Keahlian

Pernahkah kita mempelajari sesuatu yang benar-benar baru dan ternyata kita dapat menguasainya dengan mudah? Atau mengerjakan sesuatu lebih cepat dari orang lain? Bisa jadi, itulah bakat yang sedang memanggil, menunggu kita melepaskan dan mengembangkan. Jika kita dengan mudah bisa menyelesaikan sebuah perhitungan saat orang lain menyumpahi kalkulator, itu artinya bakat kita sebagai seorang akuntan atau banker sedang berusaha muncul dan menyapa kita. Nah, pikirkanlah hal-hal yang begitu mudah bagi kita, kemudian perhatikan bakat apa yang tengah bekerja pada diri kita.

Ketertarikan

Cara lain menemukan bakat adalah dengan memikirkan hal-hal yang begitu kita inginkan. Seringkali hal-hal yang menarik perhatian selalu berkaitan dengan kemampuan alami atau bakat. Ini merupakan suatu pola konsisiten dalam hidup dan bukan sekedar cara menghabiskan waktu alias hoby semata. Nah, coba pikirkan apa yang paling kita ingin lakukan seharian? Menonton sinetron? Online jejaring sosial? Dengerin lagu? Dll. Sesuatu itu tidak harus yang menjadi ambisi kita, meski ambisi merupakan petunjuk kuat adanya bakat yang tengah bekerja.

Jika kita seorang pembaca yang tekun atau rajin menulis, bisa jadi bakat tersembunyi kita adalah menulis. Atau bisa saja ketertarikan pada buku membawa anda pada karier kepustakaan, penerbitan, dan lain-lain.

Kepuasan

Apa yang membuat kita merasakan kebahagiaan dan kepuasan? Apa yang membuat kita begitu hanyut dan merasa tak ingin berhenti saat mengerjakan sesuatu? Dalam keadaan hanyut, kita memang menjadi sangat terfokus pada kesempatan untuk menggunakan bakat. Alhasil, pola gelombang otak kita saat itu begitu mirip dengan pola gelombang otak ketika tertidur lelap. Nah, sekarang apa yang membuat kita terhanyut? Jika kita belum juga menemukan, pikirkan suatu kegiatan yang membuat kita terlibat sepenuhnya, mungkin bakat kita ada disana.

Kebiasaan

Pernahkah kita dipuji karena kemampuan atau sikap kita? Misalnya, orang menilai kita sebagai pelajar yang berprestasi dibidang akademik maupun non-akademik. Lewat komentar orang-orang di sekitar, kita juga bisa mengetahui kemampuan alami kita.

          Manusia yang kreatif, tentu akan selalu mencoba hal-hal yang baru, berinovasi, menyukai tantangan, dan tidak ada khahawatiran pada diri. “melakukan tentu lebih baik daripada menonton dan mengomentari” eitsss…tapi melakukan hal positif lho,, “coba dulu baru cerita, pahami dulu baru menjawab, pikirkan dulu baru berkata, dengarkan dulu baru beri penilaian, bekerjalah dulu baru berharap” (Socrates). Indah sekali kata bijak ini, tidak menutup kemungkinan orang bisa terinspirasi dan berbuat lebih semangat lagi walau sesulit dan sepahit apapun harus punya harapan dan selalu berpikiran positif. Jangan mengalah dan menyerah, lawan dan berusaha untuk menang, kita hanya perlu dorongan “memotivasi diri sendiri” agar berdaya dan tegar dalam menghadapi hari esok. Orang yang kreatif dan dinamis biasanya mereka selalu berpikiran bagaimana dirinya maju ke depan.

Sudah siapkah kita mengisi pembangunan ini dengan menjadikan diri kita sebagai “Generasi Yang Kreatif Dan Mandiri?”

Berhasil atau tidak tergantung kita. Kalau bukan kita, siapa? Kalau tidak sekarang, kapan? Mulailah dari yang kecil, mulailah dari diri kita sendiri, mulailah dari sekarang!!!

. . .

Sumber :

Agustian, Ary Ginanjar. 2004. Rahasia Sukses Membangkitkan ESQ Power. Jakarta: Arga.

Campbell, David. 1986. Mengembangkan Kreatifitas. Yogyakarta: Kanisius.

Craft, Anna. 2000. Membangun Kreatifitas Anak. Depok: Inisiasi Press.

Munandar, Utami. 2002. Pengembangan Kreatifitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

SUNGGUH SANGAT DISAYANGKAN JIKA ANAK-ANAK BANGSA SEKARANG BELUM MEMILIKI POLA PIKIR YANG DENGAN KREATIF MEMPERHITUNGKAN MASA DEPANNYA

©2012

Penulis : andromeyda@presidency.com

“Membicarakan masalah justru bisa memperkuat masalah dan bukan mencari solusi”

 

Bercerita dan berkeluh kesah dengan sahabat mungkin menjadi pilihan bagi sebagian orang untuk melepaskan sedikit beban dipundaknya. Namun, apakah dengan bercerita membuat Anda merasa jauh lebih baik atau justru lebih buruk?

Curhat justru kadang membuat Anda merasa lebih buruk, bercerita tentang masalah yang terjadi secara berlebihan justru membuat perasaan lebih buruk. (Y/N) why (?)

Mereka akan terjebak dalam pola pikir negatif dan berisiko mengalami depresi dan stres. Memang, berbagi masalah di awal membuat perasaan lebih baik. Itu karena mengobrol memicu zat kimia pada otak seseorang untuk bereaksi layaknya candu heroin yang melegakan. Namun, ketika overdosis, akan menimbulkan perasaan tertekan dan depresi. Membicarakan masalah justru memperkuat masalah tersebut. Semakin kita membicarakannya, semakin kecil kemungkinan kita benar-benar melakukan sesuatu untuk memperbaikinya.

“Ketika seseorang membicarakan masalah mereka, rasanya sangat melegakan karena mendapatkan dukungan serta validasi. Tapi, mereka tidak melihat bahwa ini akan membuat mereka lebih buruk,” ujar Amanda Rose, Profesor Ilmu Psikologi Fakultas Seni dan Ilmu Pengetahuan Universitas Missiori, seperti dikutip dari Daily Mail.

Dalam menangani masalah, wanita dan pria memiliki cara yang berbeda. “Pria cenderung lebih baik ketika berbicara dan mereka akan lebih memilih melakukan kegiatan yang berbeda untuk mengalihkan pikirannya dari masalah,” Namun, apakah akan lebih baik jika wanita mengikuti cara pria mengatasi masalah?

Psikolog Linda Papadopoulos berpikir demikian. “Membicarakan masalah dengan sahabat sangat baik dilakukan, tapi jika yang Anda lakukan hanya mendefinisikan ulang masalah tanpa mencoba menemukan solusi, maka itu hanya akan membuat Anda cemas,” ujarnya. Bahkan menurutnya, wanita cenderung kehilangan sudut pandang dan cara berpikir ketika temannya mengalami masalah yang sama. Ternyata, berbagi masalah, efektif sebagai media penularan emosi. Ketika seseorang berpikir negatif, hal tersebut akan memengaruhi suasana hati orang lain. Itulah sebabnya jika seorang teman mulai merengek, maka sahabat-sahabatnya yang lain akan bergabung masuk dan membuat beban masalah menjadi dua kali lipat. Meski fakta mengatakan curhat tidak membuat wanita merasa lebih baik, mereka tidak dapat lepas dari kebiasaan ini. Hal ini mungkin karena berbagi masalah terbukti sebagai pengalaman mengikat. Ada sesuatu yang menarik, terkait mengetahui bahwa sahabat cukup memercayai Anda untuk meredam kegundahan hati dan tentunya merasa lega ketika ada seseorang mendengarkan rengekan Anda.

Menurut psikolog Jane McCartney, ini adalah fenomena modern yang terjadi di masyarakat. “Kita hidup dalam budaya di mana kita melihat orang-orang berbicara panjang lebar tentang masalah mereka. Dalam beberapa kasus, berbagi masalah menjadi salah satu cara memulai percakapan,” ujarnya.

Menurutnya hal ini akan bahaya ketika Anda tidak memiliki masalah untuk dibicarakan, Anda akan mulai mencari-cari masalah hanya untuk menemukan topik perbincangan.

“Anda ingin memuaskan hati teman di tengah rintihannya karena ini berarti bahwa mereka akan mendengarkan apa yang ingin Anda katakan. Namun, efeknya justru membuat suasana hatinya tambah kacau. Dia akan menyedot energi negatif dan dalam jangka panjang tidak ada seorang pun yang ingin dekat dengan orang yang selalu merengek tentang masalahnya,” ujarnya.

Memang, berbagi masalah bertujuan untuk menemukan solusi. Tapi, Anda harus membatasi diri Anda. “Anda harus menghindari fokus pada pemicu masalah. Tapi, seharusnya fokus pada solusi atas masalah Anda,” ujarnya.

Anda harus mengingat seberapa baik hidup Anda

“Kita cenderung fokus pada sesuatu yang buruk dibandingkan yang baik, padahal kita memiliki begitu banyak yang harus disyukuri”

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.